Jumat, 05 September 2014

Cerita Sangat Mengharukan

Cerita Mengharukan | Papa Bacain Keras-keras Ya, Supaya Anita Bisa Dengar!!!
Di suatu malam seorang eksekutif sukses , seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas - berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah , karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham . Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut , Putrinya anita datang mendekatinya , berdiri tepat disampingnya , sambil memegang buku cerita baru . Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut , sangat menarik perhatian anita , " Pa liat " ! anita berusaha menarik perhatian Papanya . papanya menengok ke arahnya , sambil menurunkan kacamatanya , kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa - basi " Wah , . buku baru ya ta ? " ,
" Ya papa " anita berseri - seri karena merasa ada tanggapan dari papanya . " Bacain nita dong Pa " pinta anita lembut , " Wah papa sedang sibuk sekali ,
jangan sekarang deh " sanggah Papanya dengan cepat . Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas - kertas yang berserakkan didepannya , dengan serius . Anita bengong sejenak , namun ia belum menyerah .
Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu " pa , mama bilang papa mau baca untuk Nita " Papanya mulai agak kesal , " nita papa sibuk , sekarang Nita suruh mama baca ya " " Pa , mama cibuk terus , papa liat gambarnya lucu - lucu " , " Lain kali Anita , sana ! papa lagi banyak kerjaan " Papanya berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar - lembar kertas tadi , menit demi menit berlalu , Anita menarik nafas panjang dan tetap disitu , berdiri ditempatnya penuh harap , dan tiba - tiba ia mulai lagi . " Pa , .. gambarnya bagus , papa pasti suka " , " Anita , PAPA BILANG , LAIN KALI ! ! " kata Papanya membentaknya dengan keras , Kali ini Papanya berhasil , semangat Anita kecil terkulai , hampir menangis , matanya berkaca - kaca dan ia bergeser menjauhi papanya .
" Iya pa , . lain kali ya pa ? " Ia masih sempat mendekati papanya dan sambil menyentuh lembut tangan papanya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Papa . " Pa kalau papa ada waktu , papa baca keras - keras ya pa , supaya Anita bisa denger " . Hari demi hari telah berlalu , tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Anita kecil tidak pernah terpenuhi , buku cerita Peri Imut , belum pernah dibacakan bagi dirinya . Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras " Buukk ! ! " Beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Anita kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumahnya . Tubuh Anita mungil terhentak beberapa meter , dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya , selama perjalanan menuju rumah sakit , Anita kecil sempat berkata dengan begitu lirih " Nita takut Pa , Nita takut Ma , Nita sayang papa mama " darah segar terus keluar dari mulutnya sampai ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat . Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani sang Papa , Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji . Kini yang ada hanyalah penyesalan . Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana pun tidak terpenuhi . Masih segar terbayang dalam ingatan sang Papa tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita , kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali ,
" Papa baca keras - keras ya Pa , supaya Anita bisa denger " kata - kata Anita mengiang kembali . Sore itu setelah segalanya telah berlalu , yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati , canda dan riang gadis kecil tidak akan terdengar lagi , Sang papa mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Anita di pojok ruangan . Bukunya sudah tidak baru lagi , sampulnya sudah usang dan robek . Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar - lembar halamannya seperti sebuah kenangan indahdari gadis kecilnya . Sang Papa menguatkan hati , dengan mata yang berkaca - kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras , tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras , Ia terus membacanya dengan keras - keras halaman demi halaman , dengan berlinang air mata . " Nita dengar papa baca ya " selang beberapa kata , hatinya memohon lagi " Nita papa mohon ampun nak " " papa sayang Nita " Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya , tak kuasa menahan itu sang Papa bersujut dan menangis , memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai .
" Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita , ia selalu memperhatikan kita karena ia peduli kepada kita . Apakah " perhatian terbaik " itu begitu mahal bagi mereka ? Berikan " perhatian terbaik " meskipun itu hanya sekali , bukankah kesempatan untuk memperhatikan kepada orang - orang yang kita cintai itu sangat berharga ? Maka berikanlah " perhatian terbaik " bagi mereka yang kita cintai . Lakukan sekarang ! ! Karena hanya ada satu kesempatan untuk memperhatikan dengan hati kita "

0 komentar:

Poskan Komentar